Jika Aku Menjadi Bupati Kotim

Menurut saya jika saya menjadi Bupati Kotim : Yang pertama saya lakukan adalah Puji syukur saya kepda Tuhan Yang Maha Esa yang telah diberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk menuruskan membangun Kotim.maupun janji-janji  yang sering digunakan untuk menarik perhatian masyarakatnya, namun sulit untuk menjalankan dan membuktikan semua itu. Bagi saya, saya tidak mau mengatakan janji yang kurang dari kemampuan saya dalam menangani dan mengatasi masalah yang diluar jangkauan pekerjaan saya menjadi seorang sosok masyarakat yang seharusnya melindungi, menjaga dan menjadi contoh seorang tauladan dalam kehidupan masyarakat saya. Namun saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mereka dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai masyrakat kotim yang penuh dengan kedamaian dan mengurangi kemiskinan masyarakatyang ada di Kotim, meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga kerja yang berkualitas. bila jadi bupati harus fokus menjadi bupati. janagn ada bupati main band kalau bupati main band. maka kotim tidak akan menjadi maju karena pemikirannya ada dua apakah bupati mau jadi band,apakah menjadi bupati bijaksana dan bertanggung jawab dalam membangun kotim.  karena pembangunan dengan pemekaran pembangunan sektor perkotaan akan bergerak lebih baik untuk sejahtera rakyat kotim merupakan milik bersama menjadi harapan masyrakat yang mengingkan  perubahan yang lebih baik sebab masyrakat kotim masih banyak memerlukan bantuan selain kota ini. desa-desa yang masuk sekitar daerah kotim juga memerlukan bantuan.

Tentang Ritual Sesajen Dalam Ilmu Sosial dan Budaya

Tentang Ritual Sesajen Dalam Ilmu Sosial dan Budaya

dalam tradisi orang  ritual-ritual/sesajen adat yang sakral dan cukup menelan biaya yang cukup tinggi ritual penyucian arwah di laut. hal ini menjadi sebuah adat dan budaya harus tetap dilestarikan dalam budaya.Kematian bagi masyarakat adat atau yang masih menganut aliran kepercayaan di pulau adalah sebuah proses menuju dunia keabadian. bagi mereka jika sesorang meninggal dunia maka masih ada sejumlah proses ritual/sesajen yang harus dilakukan oleh keluarga yang masih hidup. untuk itu maka setiap orang yang meninggal dunia dipercayakan rohnya akan melenggang ke nirwana atau surga apabila telah dilakukan penyucian arwah atau bagi orang yang telah meninggal tersebut. untuk melakukan ritual/sesajen ini maka dibutuhkan dana yang cukup lumayan karena akan membunuh korban sembelihan mulai dari ternak kecil hingga ternak besar, tergantung dari dari strata sosial sesorang.

Untuk mengenal lebih dekat ritual/sesajen penyucian arwah atau harus mengikutinya selama tiga hari berturut turut dalam melakukan ritual/sesajen. ritual penyucian arwah harus dilakukan pada bulan tertentu sesuai dengan kalender adat dan perputaran bulan. dilakukan pada hari ke enam setelah buan purnama pada bulan kedelapan tahun masehi setiap tahunnya.salah satu tokoh masyarakat dan pelaku adat setempat mengatatakan, orang yang meninggal dalam sebuah kampung adat tertentu yang diikat oleh kekerabatab dan hirarki suku akan melakukan ritual penyucian arwah secara serentak.
ritual ini akan dilakukan atas kesepakatan semua  keluarga dari setiap orang yang meninggal dunia karena ini menyangkut dengan dana yang besar yang akan dihabiskan. ritual ini tidak dilakukan setiap tahun. bisa lima tahun sekali atau lebih sehingga jika ritualnya sudah dilakukan ada puluhan orang mati yang arwahnya akan disucikan.

ritual akan dilakukan selama tega hari berturt-turut. pada hari pertama adalah hari dimana semua keluarga dari orang yang meninggal akan berkumpul. disini semua kerabat serta orang yang berasal dari kampung tersebut akan berkumpul dengan membawa masing masing ternak dan makanan berupa besar atau kacang hijau. kaum perempuan bertanggungjawab untuk mengumpulkan makanan berupa beras sementara para lelakinya bertanggungjawab mengumpulkan ternak. setelah semuanya berkumpul maka pada hari kedua akan dilakukan ritual penyucian bagi setiap orang yang telah meninggal.agar yang telah meninggal tidak boleh lagi mengganggu keluarga yang masih hidup akarena mereka akan disucikan jalanya menuju nirwana. setelah itu maka para lelaki telah menyiapakan seoekor domba putih dipintu luar kampung sevbelah barat untuk dipotong  menjadi dua. “domba putih yang dipotong menjadi dua ini adalah lambang persembahan.

Ritual atau Sesajen di Laut Menurut Pandangan Agama Islam

Di banyak tempat di nusantara ini, budaya sesajen masih lazim dilakukan atas dasar melestarikan nilai-nilai sejarah. Nilai-nilai yang telah diajarkan oleh para leluhur ini mencoba tetap kukuh di dalam hati sanubari generasi penerusnya, di tengah deraan kemajuan teknologi informasi.
Ritual mempersembahkan tumbal atau sesajen kepada makhuk halus atau jin yang dianggap sebagai penunggu atau penguasa tempat keramat tertentu adalah kebiasaan syirik.

 

Tentang : Manusia Sebagai Mahluk Individu,Manusia Dalam Keluarga,Manusia Sebagai masyrakat,Manusia dalam Kebudayaan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.      LATAR  BELAKANG

            Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan. Dengan adanya pertumbuhan aspek tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks. Berbeda dengan makhluk lain manusia sebagai makhluk yang memiliki rasa,cipta harus dapat berinteraksi terhadap lingkungan sekitar. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupnya, misalkan saat membangun sebuah rumah dan lain sebagainya.
Tidak dipungkiri manusia juga merupakan makhluk individu, maksudnya adalah tidak terlalu membutuhkan kehadiran seseorang untuk suatu hal yang sensitive, yaitu hal yang menyangkut masalah kepribadian, tapi kita kembali lagi ke awal bahwa manusia nantinya juga akan menjadi makhluk sosial kembali karena membutuhkan pendapat dari seseorang yang mengerti akan masalah kepribadiannya itu. “Individu” berasal dari kata latin,”individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi,merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Dalam pembuataan makalah ini saya akan menjelaskan sedikit hubungan antara individu, keluarga, masyarakat dengan kebudayaan. Banyak sekali perbedaan dari beberapa kepribadian seseorang dalam menjalani kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, salah satunya adalah adat budaya di kampung saya.
Dalam adat budaya yang saya kenal yang namanya ‘sopan-santun’. Sopan-santun ini sendiri berarti suatu sikap yang menunjukkan rasa hormat terhadap orang yang dituakan (orang tua) dalam bertindak. Sopan-santun di kebudayaan ini adalah bertindak menurut adat yang sudah ada saya jalankan, sebagai makhluk yang beradab kita dapat membedakan suatu hal mana yang baik dan mana yang buruk. Sebagai contoh seorang anak yang memberi salam atau rasa hormat kepada orang tuanya saat hendak pergi ke sekolah atau tempat-tempat lainnya.
Dalam makalah ini saya akan membahas pola hidup individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan.

 2. TUJUAN MAKALAH

Tujuan pembuatan makalah mengenai kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah :
• Memahami arti manusia sebagai individu
• Memahami arti manusia dalam sebuah keluarga
• Memahami arti manusia dalam masyarakat
• Memahami arti manusia dalam kebudayaan

 3. SASARAN MAKALAH

Sasaran dari pembuatan makalah ini adalah bagi seluruh pembaca yang akan memahami bagaimana pentingnya berkehidupan dan berkebudayaan dalam masyarakat. Terutama dalam mengatur pola kehidupan yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN

 1. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari bahasa latin “individuum yang artinya tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan bagi seseorang yang digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan hidup yang istimewa yang tak seberapa dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Dapat disimpulkan bahwa individu adalah sesseorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi tetapi dalam hal tersebut terdapat beberapa hal yang menghambat dalam mencapat tujannya. Biasanya,manusia individu bersikap tertutup terhadap lingkungan luar, hanya mau berinteraksi dengan orang-orang yang ia kenal saja dan mereka menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Sebenarnya orang yang berkepribadian seperti ini membutuhkan perhatian khusus dari orang yang sudah mengenal karakter individu ini untuk mengembangkan diri dan pola pikirnya terhadap dunia luar dengan menerapkan suatu kehidupan sosial dalam bersikap.

 2. MANUSIA DALAM KELUARGA

Bagi mereka (manusia) yang sudah berkeluarga tentunya memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah dan tujuan keluarga yang akan dibentuknya kelak. Seperti kita ketahui dalam susunan keluarga terdapat seorang ayah, ibu dan beberapa anak di dalamnya yang membutuhkan pengembangan pola hidup dari kedua orang tuanya. Bagi seorang suami-istri pastinya manusia memiliki satu tujuan yang sama dalam mebangun rumah tangganya, yaitu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahma (dalam Islam). Maksudnya adalah membangun keluarga dengan prinsip Islamiah dengan berperilaku berdasarkan Al-quran dan Hadits.
Orang tua memiliki peran dalam mengatur pola pikir seorang anak dalam memutuskan tindakan yang akan dilakukan, mengajarkan tata karma seorang anak dalam berperilaku terhadap orang-orang di sekitarnya, karena kelak mereka akan terjun ke dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam tumbuh kembang seorang anak sebaiknya orang tualah yang langsung ‘memegang’ anak mereka. Karena Biasanya setelah anak tersebut mulai tumbuh segala pemikirannya mereka sulit untuk terbuka kepada orang tuanya segala hal,karena mereka merasa bahwa sejak kecil orang yang ia ajak cerita dan berbagi dalam hari-harinya bukan orang tua tetapi pengasuh dahulunya .Untuk mengantisipas hal tersebut sebaiknya orang tua terus memantau dan  melakukan pendekatan terhadap anak-anaknya setiap harinya. Jadi orang tua paham dengan perkembangan anaknya dari hari ke hari.

 3. MANUSIA DALAM MASYARAKAT

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan diperkembangan perilaku masyarakat, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu manusia mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Manusia dalam masyarakat sangat penting bagi kelangsungan hidupnya, karena masyarakat sekitar dapat menentukan karakter seseorang yang bergantung pada lingkungan yang dihadapinya.

  • Lingkungan pedesaan, umumnya mereka masih mau berbaur antara satu dengan  yang  lain saling bantu-membantu dan saling katergantungan.
  • Lingkungan perkotaan, umumnya mereka bersikap individualis, sulit untuk  berkomunikasi dengan dunia luar, kurang peduli terhadap lingkungan bermasyarakat.

 4. MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN

Seperti dijelaskan sebelumnya bahawa kebudayaan yang timbul dipengaruhi terhadap wilayah dimana manusia itu hidup. Kebudayaan itu sendiri merupakan suatu adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah dengan tujuan sebagai pedoman dan batasan dalam bertingkah laku dalam kehidupan. Kebudayaan biasanya sudah ada sejak dahulu dan kita sebagai generasi penerus harus meneruskan kebudayaan tersebut, tetapi ada juga kebudayaan yang sudah ada tetapi dapat direvisi oleh ketua adat setempat (hanya terdapat di negara yang terdiri dari banyak suku, Indonesia contohnya).

BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN

Berdasarkan makalah yang saya telah buat dapat disimpulkan beberapa hal, khususnya dalam kedudukan manusia, diantaranya :

  • Manusia sebagai makhluk sosial, membutuhkan orang lain dalam melakukan suatu pekerjaan, tanpa dipungkiri bahwa manusia juga merupakan makhluk individu juga di luar dari kehidupan interaksi dengan lingkungannya.
  • Manusia harus bisa menempatkan dirinya dalam masyarkat agar terhindar dari bahaya yang dapat mengancam hidupnya.

2. SARAN
Selain kesimpulan yang sudah diuraikan di atas, penulis juga ingin menyampaikan beberapa saran yang mungkin dapat membangun, yaitu :

Manusia sebagai makhluk sosial sebaiknya harus dapat memilah-milah baik dan buruknya lingkungan, karena pengaruh lingkungan sangat besar dalam tumbuh kembangnya otak dan dapat merubah kebiasaan hidup.

Keluarga merupakan inti dari hidup bermasyarakat, karena keluarga merupakan suatu wadah untuk menerapkan sistem kehidupan bermasyarakat dan berbudaya dalam lingkup kecil dan dapat dilatih dalam lingkup besar, yang berarti lingkungan masayarakat sebenarnya.