Tentang : Manusia Sebagai Mahluk Individu,Manusia Dalam Keluarga,Manusia Sebagai masyrakat,Manusia dalam Kebudayaan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.      LATAR  BELAKANG

            Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan. Dengan adanya pertumbuhan aspek tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks. Berbeda dengan makhluk lain manusia sebagai makhluk yang memiliki rasa,cipta harus dapat berinteraksi terhadap lingkungan sekitar. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupnya, misalkan saat membangun sebuah rumah dan lain sebagainya.
Tidak dipungkiri manusia juga merupakan makhluk individu, maksudnya adalah tidak terlalu membutuhkan kehadiran seseorang untuk suatu hal yang sensitive, yaitu hal yang menyangkut masalah kepribadian, tapi kita kembali lagi ke awal bahwa manusia nantinya juga akan menjadi makhluk sosial kembali karena membutuhkan pendapat dari seseorang yang mengerti akan masalah kepribadiannya itu. “Individu” berasal dari kata latin,”individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi,merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Dalam pembuataan makalah ini saya akan menjelaskan sedikit hubungan antara individu, keluarga, masyarakat dengan kebudayaan. Banyak sekali perbedaan dari beberapa kepribadian seseorang dalam menjalani kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, salah satunya adalah adat budaya di kampung saya.
Dalam adat budaya yang saya kenal yang namanya ‘sopan-santun’. Sopan-santun ini sendiri berarti suatu sikap yang menunjukkan rasa hormat terhadap orang yang dituakan (orang tua) dalam bertindak. Sopan-santun di kebudayaan ini adalah bertindak menurut adat yang sudah ada saya jalankan, sebagai makhluk yang beradab kita dapat membedakan suatu hal mana yang baik dan mana yang buruk. Sebagai contoh seorang anak yang memberi salam atau rasa hormat kepada orang tuanya saat hendak pergi ke sekolah atau tempat-tempat lainnya.
Dalam makalah ini saya akan membahas pola hidup individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan.

 2. TUJUAN MAKALAH

Tujuan pembuatan makalah mengenai kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah :
• Memahami arti manusia sebagai individu
• Memahami arti manusia dalam sebuah keluarga
• Memahami arti manusia dalam masyarakat
• Memahami arti manusia dalam kebudayaan

 3. SASARAN MAKALAH

Sasaran dari pembuatan makalah ini adalah bagi seluruh pembaca yang akan memahami bagaimana pentingnya berkehidupan dan berkebudayaan dalam masyarakat. Terutama dalam mengatur pola kehidupan yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN

 1. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari bahasa latin “individuum yang artinya tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan bagi seseorang yang digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan hidup yang istimewa yang tak seberapa dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Dapat disimpulkan bahwa individu adalah sesseorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi tetapi dalam hal tersebut terdapat beberapa hal yang menghambat dalam mencapat tujannya. Biasanya,manusia individu bersikap tertutup terhadap lingkungan luar, hanya mau berinteraksi dengan orang-orang yang ia kenal saja dan mereka menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Sebenarnya orang yang berkepribadian seperti ini membutuhkan perhatian khusus dari orang yang sudah mengenal karakter individu ini untuk mengembangkan diri dan pola pikirnya terhadap dunia luar dengan menerapkan suatu kehidupan sosial dalam bersikap.

 2. MANUSIA DALAM KELUARGA

Bagi mereka (manusia) yang sudah berkeluarga tentunya memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah dan tujuan keluarga yang akan dibentuknya kelak. Seperti kita ketahui dalam susunan keluarga terdapat seorang ayah, ibu dan beberapa anak di dalamnya yang membutuhkan pengembangan pola hidup dari kedua orang tuanya. Bagi seorang suami-istri pastinya manusia memiliki satu tujuan yang sama dalam mebangun rumah tangganya, yaitu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahma (dalam Islam). Maksudnya adalah membangun keluarga dengan prinsip Islamiah dengan berperilaku berdasarkan Al-quran dan Hadits.
Orang tua memiliki peran dalam mengatur pola pikir seorang anak dalam memutuskan tindakan yang akan dilakukan, mengajarkan tata karma seorang anak dalam berperilaku terhadap orang-orang di sekitarnya, karena kelak mereka akan terjun ke dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam tumbuh kembang seorang anak sebaiknya orang tualah yang langsung ‘memegang’ anak mereka. Karena Biasanya setelah anak tersebut mulai tumbuh segala pemikirannya mereka sulit untuk terbuka kepada orang tuanya segala hal,karena mereka merasa bahwa sejak kecil orang yang ia ajak cerita dan berbagi dalam hari-harinya bukan orang tua tetapi pengasuh dahulunya .Untuk mengantisipas hal tersebut sebaiknya orang tua terus memantau dan  melakukan pendekatan terhadap anak-anaknya setiap harinya. Jadi orang tua paham dengan perkembangan anaknya dari hari ke hari.

 3. MANUSIA DALAM MASYARAKAT

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan diperkembangan perilaku masyarakat, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu manusia mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Manusia dalam masyarakat sangat penting bagi kelangsungan hidupnya, karena masyarakat sekitar dapat menentukan karakter seseorang yang bergantung pada lingkungan yang dihadapinya.

  • Lingkungan pedesaan, umumnya mereka masih mau berbaur antara satu dengan  yang  lain saling bantu-membantu dan saling katergantungan.
  • Lingkungan perkotaan, umumnya mereka bersikap individualis, sulit untuk  berkomunikasi dengan dunia luar, kurang peduli terhadap lingkungan bermasyarakat.

 4. MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN

Seperti dijelaskan sebelumnya bahawa kebudayaan yang timbul dipengaruhi terhadap wilayah dimana manusia itu hidup. Kebudayaan itu sendiri merupakan suatu adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah dengan tujuan sebagai pedoman dan batasan dalam bertingkah laku dalam kehidupan. Kebudayaan biasanya sudah ada sejak dahulu dan kita sebagai generasi penerus harus meneruskan kebudayaan tersebut, tetapi ada juga kebudayaan yang sudah ada tetapi dapat direvisi oleh ketua adat setempat (hanya terdapat di negara yang terdiri dari banyak suku, Indonesia contohnya).

BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN

Berdasarkan makalah yang saya telah buat dapat disimpulkan beberapa hal, khususnya dalam kedudukan manusia, diantaranya :

  • Manusia sebagai makhluk sosial, membutuhkan orang lain dalam melakukan suatu pekerjaan, tanpa dipungkiri bahwa manusia juga merupakan makhluk individu juga di luar dari kehidupan interaksi dengan lingkungannya.
  • Manusia harus bisa menempatkan dirinya dalam masyarkat agar terhindar dari bahaya yang dapat mengancam hidupnya.

2. SARAN
Selain kesimpulan yang sudah diuraikan di atas, penulis juga ingin menyampaikan beberapa saran yang mungkin dapat membangun, yaitu :

Manusia sebagai makhluk sosial sebaiknya harus dapat memilah-milah baik dan buruknya lingkungan, karena pengaruh lingkungan sangat besar dalam tumbuh kembangnya otak dan dapat merubah kebiasaan hidup.

Keluarga merupakan inti dari hidup bermasyarakat, karena keluarga merupakan suatu wadah untuk menerapkan sistem kehidupan bermasyarakat dan berbudaya dalam lingkup kecil dan dapat dilatih dalam lingkup besar, yang berarti lingkungan masayarakat sebenarnya.

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s